Rumah Hasima Tandai Peluncuran Program BERANI Bedah Rumah
Hasima (72), patut bersyukur mendapatkan rumah layak, aman dan sehat dari Program BERANI Bedah Rumah. Program ini merupakan solusi bagi warga yang belum memiliki hunian yang layak huni.
DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Hasima (72), patut bersyukur mendapatkan rumah layak, aman dan sehat dari Program BERANI Bedah Rumah. Program ini merupakan solusi bagi warga yang belum memiliki hunian yang layak huni.
Bedah rumah milik Hasimah, menandai peluncuran Program BERANI Bedah Rumah yang diluncurkan Gubernur Sulteng, H Anwar Hafid di Desa Dalaka Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala pada Minggu 12 April 2026.
Kabarnya program ini tidak hanya menyasar Kabupaten Donggala. Tapi juga akan menyasar sejumlah kabupaten lainnya. Seperti: Kabupaten Tolitoli, Buol, dan Tojo Una-Una.
Gubernur Anwar menegaskan, Program BERANI Bedah Rumah merupakan simbol kehadiran negara yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Program BERANI Bedah Rumah ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan setiap warga Sulawesi Tengah, tanpa terkecuali, memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas hidup keluarga.
“Kita percaya, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi tempat tumbuhnya harapan dan ruang bagi keluarga untuk membangun masa depan,” tambahnya.
Gubernur juga mengakui bahwa masih banyak masyarakat di Sulawesi Tengah yang hidup dalam kondisi hunian yang belum layak. Oleh karena itu, program ini dihadirkan sebagai solusi konkret yang langsung menyasar kebutuhan mendasar masyarakat.
“Kita tidak menutup mata bahwa masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah yang belum layak. Karena itu, program ini hadir sebagai langkah nyata agar perubahan benar-benar dirasakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anwar menjelaskan bahwa BERANI Bedah Rumah merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus menekan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.
“Kita ingin menekan angka kemiskinan dengan cara yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Melalui program ini, pemerintah berharap terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, mulai dari aspek kesehatan, kenyamanan, hingga produktivitas keluarga.
“Lebih dari itu, kita berharap rumah ini membawa perubahan bagi penghuninya, lebih sehat, lebih nyaman, dan lebih produktif. Kita ingin anak-anak bisa belajar dengan tenang, keluarga hidup lebih layak, dan masa depan ditatap dengan optimistis,” pungkasnya. (*)
Apa Reaksimu?

