Tekan Harga, Bulog KC Poso Distribusi Minyakita ke Morowali-Morut

Perum Bulog mendapat penugasan mendistribusikan MinyaKita. Masuknya Bulog menjadi salah satu distributor MinyaKita tersebut akan memangkas rantai distribusi MinyaKita dari produsen langsung ke pengecer tanpa melalui distributor tingkat dua (D2).

Jan 27, 2026 - 05:45
 0
Tekan Harga, Bulog KC Poso Distribusi Minyakita ke Morowali-Morut
Petugas Bulog Poso sedang menyalurkan Minyakita di tingkat pengecer. (Foto: Ist)

POSO, METROSULAWESI.NET - Perum Bulog mendapat penugasan mendistribusikan MinyaKita. Masuknya Bulog menjadi salah satu distributor MinyaKita tersebut akan memangkas rantai distribusi MinyaKita dari produsen langsung ke pengecer tanpa melalui distributor tingkat dua (D2).

Kepala Cabang Bulog Poso Chaidir Fitriawan, mengatakan, pada akhirnya skema ini akan membuat harga MinyaKita stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per gram.

“Harapannya apa? Untuk memotong rangkaian atau rantai distribusi yang terlalu panjang. Sehingga harga-harga minyak itu betul-betul flat ataupun rendah, menjamin masyarakat dapat membeli dengan murah dengan kualitas yang terjamin,” kata Chaidir, kepada wartawan, Sabtu (24/1).

Ia menegaskan, Harga yang ditetapkan sebesar Rp 15.700 perliter sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Pedagang tidak boleh menjual di atas harga yang telah ditentukan tersebut.

Menanggapi lonjakan harga minyak di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara, Perum Bulog Kantor Cabang Poso yang membawahi empat Kabupaten di Sulteng ini  bergerak cepat melakukan intervensi pasar. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat, khusus nya pada komoditi minyak goreng.

Intervensi melalui penyaluran Minyakita ke pasar pasar tradisional maupun outlet binaan BULOG (RPK) katanya,  merupakan upaya menurunkan harga di tingkat konsumen, Bulog mulai mendistribusikan minyak goreng program pemerintah, Minyakita. Pendistribusian ini dilakukan secara masif dengan target menurunkan harga pasar agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter.

"Kami berupaya memastikan mata rantai distribusi berjalan lancar agar masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau dan sesuai ketentuan pemerintah," ujar  Chaidir.

Chaidir menyebut, pemerintah daerah dan Bulog   akan terus memantau perkembangan harga di lapangan dalam beberapa hari ke depan guna memastikan para pedagang mematuhi batas harga yang telah ditetapkan dan menjaga ketersediaan stok minyak goreng tetap terjaga di pasaran.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow