Minggu Besok, Tunisia vs Jepang: Saatnya Samurai Biru Meraih Kemenangan

Tim nasional Jepang perlu meraih kemenangan pada pertandingan keduanya di Grup F Piala Dunia 2026 untuk lolos ke babak gugur setelah laga pertama mereka kontra Belanda berakhir imbang 2-2.

Jun 20, 2026 - 18:58
Minggu Besok, Tunisia vs Jepang: Saatnya Samurai Biru Meraih Kemenangan

JAKARTA, METROSULAWESI.NET- Tim nasional Jepang perlu meraih kemenangan pada pertandingan keduanya di Grup F Piala Dunia 2026 untuk lolos ke babak gugur setelah laga pertama mereka kontra Belanda berakhir imbang 2-2.

Pembuktian tim berjuluk Samurai Biru di panggung Piala Dunia yang tahun ini digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan tersaji pada laga Tunisia di Stadion Monterrey, Guadalupe, Minggu (21/6), mulai pukul 11.00 WIB.

Tunisia pada laga perdananya di grup dikalahkan Swedia 1-5. Hasil negatif tim asal Afrika itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Jepang yang berambisi melaju lebih jauh dari babak 16 besar yang menjadi capaian terbaik mereka dalam tujuh edisi sebelumnya.

Kekalahan tersebut membuat Tunisia memecat pelatihnya, yaitu Sabri Lamouchi. Sebagai penggantinya, skuad yang berjuluk Les Aigles de Carthage (Elang Kartago) tersebut menunjuk Herve Renard, pelatih yang membuat Argentina menelan satu-satunya kekalahan di Piala Dunia 2022.

Kendati Jepang difavoritkan, mereka tak boleh lengah karena bagaimana pun di sepak bola semua bisa terjadi. Tunisia, yang mendapatkan suntikan tenaga dari pelatih baru, berpeluang mengejutkan untuk membuka peluang mereka lolos ke babak gugur pertama kalinya di edisi ketujuh yang mereka ikuti tahun ini.

Apalagi, status Tunisia di laga nanti adalah tim yang tidak diunggulkan setelah dalam live ranking FIFA, negara Afrika bagian Utara ini menempati peringkat 54 dunia, 27 tingkat di bawah Jepang yang berada di peringkat 17 dunia.

Rekor Pertemuan

11v11 mencatat bahwa Jepang dan Tunisia sudah bertemu sebanyak enam kali di berbagai ajang, namun hanya satu pertemuan yang terjadi di Piala Dunia. Laga kedua tim di Piala Dunia terjadi pada edisi 2002 ketika Jepang menjadi tuan rumah bersama Korea Selatan.

Saat itu, di Grup H, Jepang mengalahkan Tunisia dengan skor 2-0 melalui gol Hiroaki Morishima dan Hidetoshi Nakata. Kemenangan ini membuat Samurai Biru menjadi juara Grup H tanpa kekalahan dengan koleksi tujuh poin.

Dari enam pertemuan ini, Jepang mendominasi Tunisia dengan lima kemenangan dan hanya menelan satu kekalahan. Satu-satunya kekalahan ini terjadi pada Oktober 2022 ketika mereka kalah 0-3 dalam ajang Kirim Cup dari gol Romdhane, Ferjani Sassi, dan Issam Jebali.

Pada pertemuan terakhir, Jepang menaklukkan Tunisia di ajang Kirin Challenge Cup pada Oktober 2023 dengan skor 2-0 lewat gol Kyogo Furuhashi dan Junya Ito.

Komentar Kedua Pelatih

Menurut catatan FIFA, laga antara Tunisia dan Jepang akan menjadi pertandingan ke-1.000 dalam sejarah panjang Piala Dunia sejak turnamen akbar empat tahunan ini dimulai pada 1930 di Uruguay.

Pelatih timnas Jepang Hajime Moriyasu mengatakan dirinya merasa terhormat timnya ambil bagian penting dalam sejarah besar Piala Dunia.

Moriyasu, yang melatih Jepang sejak Agustus 2018, bertekad mengakhiri laga ke-1.000 Piala Dunia dengan kemenangan untuk timnya.

“Merupakan kehormatan besar bagi kami, sebagai tim nasional Jepang dan wakil Asia, untuk ambil bagian dalam pertandingan bersejarah ke-1.000 di Piala Dunia FIFA, sebuah turnamen dengan sejarah yang panjang dan prestisius," kata Moriyasu, pelatih yang telah memimpin Jepang dalam 105 pertandingan yang diakhiri dengan 73 kemenangan ini.

Sementara itu, dari kubu Tunisia, Renard yang tak punya banyak waktu mempersiapkan tim, mengatakan fokus timnya saat ini hanyalah fokus pada "diri kami sendiri".

Pelatih asal Prancis itu tahu betul tidak ada laga mudah di Piala Dunia, terlebih jika sebuah tim mengawali turnamen dengan kekalahan.

Namun, keputusan Tunisia menunjuknya sebagai pelatih kepala tim memiliki alasan tersendiri, apalagi sosok 57 tahun itu yang sudah mengenal baik karakteristik tim nasional dari benua Afrika.

Adapun, Tunisia adalah tim nasional benua Afrika kelima yang ia latih setelah Zambia, Angola, Pantai Gading, dan Maroko. Sebelum empat negara itu, ia juga pernah menjadi asisten pelatih di timnas Ghana selama satu tahun dari 2007 sampai 2008.

“Ini adalah Piala Dunia. Saya tahu betapa besarnya gairah yang mengelilingi turnamen ini. Itulah yang memotivasi saya untuk datang, dan ini adalah tantangan yang tidak mudah," kata Renard. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow