SMK Negeri 3 Palu Optimalisasi Penerapan TeFa
SMK Negeri 3 Palu terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Sulawesi Tengah melalui optimalisasi program Teaching Factory (TeFa) berbasis sekolah model.
PALU, METROSULAWESI.NET - SMK Negeri 3 Palu terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Sulawesi Tengah melalui optimalisasi program Teaching Factory (TeFa) berbasis sekolah model.
Langkah strategis ini dilakukan untuk mendukung penuh program "Berani Cerdas" yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Diketahui, program TeFa merupakan model pembelajaran di sekolah vokasi seperti SMK yang menggabungkan teori dan praktik.
Kepala SMKN 3 Palu, H. Hamka, menjelaskan implementasi TeFa yang sebelumnya telah dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah sudah masuk tahap sosialisasi dan akselerasi di tingkat tenaga pendidik.
"Harapan kita, seluruh guru di SMKN 3 Palu mampu menerapkan apa yang diamanatkan dalam sekolah model. Guru dan siswa harus sudah mampu masuk dalam proses pembelajaran mendalam (deep learning) serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan AI," ujar Hamka saat memberikan keterangan di Palu, Senin, 10 Agustus 2026.
Selain pengembangan kompetensi internal guru, pada hari yang sama SMKN 3 Palu juga menggelar sosialisasi pengembangan produk barang dan jasa untuk jurusan Teknik Elektronika Industri. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang guru dengan bimbingan langsung dari pihak industri mitra.
Kualitas tata kelola dan penerapan TeFa di SMKN 3 Palu juga menarik perhatian nasional. Sebelumnya, sekolah ini dipercaya menjadi lokasi kunjungan lapangan peserta pelatihan manajerial tingkat nasional yang diikuti oleh perwakilan dari tiga provinsi, yakni Gorontalo, Sulawesi Utara (Manado), dan Sulawesi Tengah.
Menatap agenda ke depan, SMKN 3 Palu tengah merencanakan pembentukan Training Center yang dijadwalkan mulai berjalan pada September 2026 mendatang. Pusat pelatihan ini berfokus pada dua bidang utama, yaitu keahlian pengelasan (welding) dan penguasaan Bahasa Inggris.
"Untuk pelatihan pengelasan, kami menyelaraskan dengan standar BNSP (LSP-3) agar siswa memperoleh sertifikat kompetensi nasional. Sementara untuk bahasa Inggris, kami bekerjasama dengan pihak imigran/kemitraan relevan," jelas Hamka.
Pada tahap awal, program Training Center ini ditargetkan melatih sebanyak 40 orang alumni SMKN 3 Palu. Program ini diproyeksikan untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil yang siap diserap oleh pasar kerja skala internasional.
"Semua upaya ini kami lakukan untuk menyukseskan visi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. Kami di SMKN 3 Palu berkomitmen all out agar kualitas vokasi kita mampu melejit dan bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional," pungkas Hamka.
Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

