Warga KKT di Palu Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Kerukunan Keluarga Tolitoli (KKT) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat di Masjid Al Iqra, Kompleks Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Sulawesi Tengah, Ahad, 30 Agustus 2026.

Sep 1, 2026 - 10:00
Warga KKT di Palu Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
Kerukunan Keluarga Tolitoli (KKT) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat di Masjid Al Iqra, Kompleks Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Sulawesi Tengah, Ahad, 30 Agustus 2026. Acara ditutup dengan foto bersama. (Foto: Ist)

PALU, METROSULAWESI.NET - Kerukunan Keluarga Tolitoli (KKT) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat di Masjid Al Iqra, Kompleks Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Sulawesi Tengah, Ahad, 30 Agustus 2026.

Peringatan hari kelahiran Rasulullah ini dihadiri seratusan warga perantauan asal Tolitoli yang bermukim di Kota Palu dan sekitarnya, serta sejumlah tokoh masyarakat dan sesepuh organisasi. Kegiatan tahunan ini mengusung tema "Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW untuk Merawat Kerukunan dan Membangun Umat".

Hadir sebagai pembawa hikmah Maulid, Habib Mohammad Rizal Alatas, yang dalam ceramahnya mengupas tuntas esensi dari tema yang diangkat oleh panitia pelaksana.

Dalam urian hikmahnya, Habib Mohammad Rizal Alatas menekankan bahwa memperingati Maulid bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan momentum krusial untuk merefleksikan kembali seluruh sendi kehidupan kita berdasarkan tuntunan akhlak Rasulullah.

Habib mengatakan, Rasulullah SAW diutus ke muka bumi dengan misi utama untuk menyempurnakan akhlak manusia. Meneladani sifat shiddiq (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas) harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, hingga meluas ke kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.

Menurutnya, tema kegiatan tersebut sangat relevan bagi KKT sebagai organisasi paguyuban. Habib mengingatkan bahwa Rasulullah adalah pelopor persatuan melalui Piagam Madinah, yang mampu menyatukan berbagai suku dan golongan. Bagi warga KKT, semangat ini harus diimplementasikan untuk menjaga soliditas internal sesama warga Tolitoli, sekaligus memupuk toleransi dan keharmonisan dengan masyarakat heterogen di Kota Palu.

Dia mengatakan, membangun umat tidak hanya berbicara tentang aspek ritual ibadah, tetapi juga mencakup pembangunan sosial, ekonomi, dan pendidikan. Dengan mencontoh etos kerja dan kepedulian sosial Nabi, warga KKT diharapkan dapat saling menopang, membantu yang lemah, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah, baik untuk Tolitoli sebagai tanah leluhur maupun Sulawesi Tengah secara umum.

Sementara itu, Ketua KKT, Irwan M Haruna menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran warga KKT. Dirinya berharap, melalui momentum Maulid ini, tali silaturahmi antarsesama warga perantauan Tolitoli semakin erat, sekaligus menjadi pemantik semangat untuk terus berbuat kebaikan demi kemaslahatan umat.

Acara yang berlangsung sejak pagi hari ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Tolitoli dan Sulawesi Tengah, dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh jamaah yang hadir. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow