Gubernur Kenalkan Keunikan Danau Poso di Forum Internasional
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memperkenalkan keunikan Danau Poso sekaligus menegaskan komitmen pelestarian ekosistem air tawar tersebut di forum internasional.
POSO, METROSULAWESI.NET - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memperkenalkan keunikan Danau Poso sekaligus menegaskan komitmen pelestarian ekosistem air tawar tersebut di forum internasional.
Danau Poso diperkenalkan Anwar dalam peringatan World Lake Day 2026 yang digelar di Auditorium Purnomo, Kampus Universitas Indonesia (UI), Jakarta, Jumat (28/8).
Dalam forum tersebut, Anwar memperkenalkan Danau Poso sebagai salah satu danau terdalam di Indonesia, dengan kedalaman mencapai sekitar 450 meter.
Danau Poso merupakan danau terdalam ketiga di Indonesia setelah Danau Matano di Sulawesi Selatan yang memiliki kedalaman sekitar 650 meter dan Danau Toba di Sumatera Utara dengan kedalaman sekitar 505 meter.
Danau Poso memiliki kedudukan vital yang tak tergantikan bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya di Poso,” kata Bupati Morowali dua periode (2007-2018) itu.
Selain menjadi salah satu danau terdalam di Indonesia, Danau Poso juga merupakan salah satu danau dengan luas terbesar di Indonesia.
Danau yang berada di Tentena, Kabupaten Poso, tersebut membentang di empat kecamatan, yakni Pamona Barat, Pamona Selatan, Pamona Utara, dan Pamona Puselemba. Dari Kota Palu, lokasi Danau Poso berjarak sekitar 315 kilometer. Perjalanan melalui jalur darat menggunakan kendaraan roda empat membutuhkan waktu sekitar delapan jam.
Dalam pemaparannya, Anwar menekankan bahwa Danau Poso bukan sekadar bentang alam, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurut dia, danau tersebut menjadi simbol budaya, tradisi, kehidupan, dan identitas masyarakat Sulawesi Tengah.
Karena itu, diplomasi lingkungan yang diusung Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di tingkat internasional tidak hanya bertujuan memperkenalkan keindahan Danau Poso.
Upaya tersebut juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem dan melibatkan masyarakat yang hidup di sekitar danau.
"Ketika saya bicara tentang Danau Poso di forum internasional, yang saya bawa bukan hanya cerita tentang keindahan alam. Saya membawa pesan bahwa kekayaan alam harus dijaga, dan masyarakat yang hidup bersamanya harus menjadi bagian dari masa depannya," ujar Anwar Hafid.
Forum World Lake Day 2026 tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air Retno Marsudi, serta jajaran duta besar negara sahabat.
Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan pentingnya penanganan krisis air dan upaya menjaga kelestarian danau sebagai bagian dari agenda lingkungan di tingkat global.
Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

