22 Wasit Ikuti Penataran di Palu, KONI Sulteng Bidik SDM Berkualitas
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme perangkat pertandingan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah 2026 di Morowali.
PALU, METROSULAWESI.NET - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme perangkat pertandingan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah 2026 di Morowali.
Hal itu ditegaskan dalam pembukaan Penataran dan Penyegaran Wasit Bola Basket Lisensi C dan B2 serta Workshop Nonlisensi di Aula Sekretariat KONI Sulteng, Kota Palu, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 16 Agustus 2026 tersebut diikuti 22 peserta dari Palu, Donggala, Morowali Utara, Parigi Moutong, Banggai, Tojo Una-Una, serta Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Penataran dibuka Ketua Harian KONI Sulteng Moh Ifan Taufan yang mewakili Ketua Umum KONI Sulteng.
Dalam sambutan Ketua Umum KONI Sulteng yang dibacakan pada pembukaan, ditegaskan bahwa kemajuan olahraga tidak hanya ditentukan kualitas atlet dan pelatih.
KONI Sulteng menilai penataran ini semakin strategis karena daerah tengah bersiap menghadapi Porprov X Sulawesi Tengah 2026 di Kabupaten Morowali.
Porprov diharapkan tidak semata-mata menjadi ajang melahirkan atlet berprestasi, tetapi sekaligus meningkatkan kualitas wasit, juri, dan perangkat pertandingan.
“Kita berharap Porprov tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga meningkatkan kualitas wasit dan perangkat pertandingan di Sulawesi Tengah,” lanjut Ifan.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Sulawesi Tengah menuju target 10 besar pada PON XXII 2028 di NTT dan NTB.
Ketua Panitia Fajar Mamondol mengatakan penataran bertujuan meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas wasit bola basket.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan wasit-wasit muda yang nantinya mampu menembus lisensi tingkat nasional.
Fajar juga mendorong pengembangan SDM perwasitan tidak hanya terpusat di Kota Palu. Menurutnya, semakin banyak wasit berkualitas di kabupaten akan membuka peluang pertandingan dan kompetisi digelar lebih rutin di daerah.
Penataran kali ini menghadirkan Sedyo Mukti Wibowo sebagai pemateri. Ia merupakan wasit berlisensi FIBA dan memiliki pengalaman memimpin pertandingan Indonesian Basketball League (IBL).
Ketua Perbasi Kota Palu Rahmat H. Djalali menilai kualitas perwasitan masih menjadi salah satu persoalan yang kerap muncul dalam kompetisi bola basket.
Ia mengaku hampir setiap selesai pertandingan selalu muncul protes terkait keputusan wasit.
“Alhamdulillah pada hari ini antusias teman-teman yang ingin menjadi wasit sudah mulai meningkat. Saya berharap apa yang nanti disampaikan narasumber, ilmunya benar-benar diterapkan dengan baik dalam mengambil keputusan di lapangan,” kata Rahmat.
Rahmat berharap setelah penataran, para peserta tidak berhenti pada teori. Wasit dapat menggandeng klub-klub untuk menggelar pertandingan latihan sehingga materi yang diperoleh bisa langsung dipraktikkan.
“Saya sudah capek juga, habis pertandingan selalu diprotes tentang masalah wasit. Karena itu kualitas teman-teman harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Reporter: Adi Pranata
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

