Dorong Kemandirian Ekonomi, Perpustakaan Kota Palu Latih Warga Membatik Ecoprint

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu terus memperluas perannya sebagai ruang belajar dan pengembangan keterampilan masyarakat. Langkah nyata ini diwujudkan dengan menggelar Pelatihan Membatik Ecoprint yang berlokasi di Gedung Layanan Perpustakaan Kota Palu, Jumat (28/8/2026).

Agustus 30, 2026 - 08:30
Dorong Kemandirian Ekonomi, Perpustakaan Kota Palu Latih Warga Membatik Ecoprint
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu terus memperluas perannya sebagai ruang belajar dan pengembangan keterampilan masyarakat. Langkah nyata ini diwujudkan dengan menggelar Pelatihan Membatik Ecoprint yang berlokasi di Gedung Layanan Perpustakaan Kota Palu, Jumat (28/8/2026). (Foto: Diskominfosantik Kota Palu)

PALU, METROSULAWESI.NET - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu terus memperluas perannya sebagai ruang belajar dan pengembangan keterampilan masyarakat. Langkah nyata ini diwujudkan dengan menggelar Pelatihan Membatik Ecoprint yang berlokasi di Gedung Layanan Perpustakaan Kota Palu, Jumat (28/8/2026).

Pelatihan yang mengusung tema “Merdeka Berkarya, Berbudaya, dan Berdaya Melalui Seni Ecoprint” ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 28–29 Agustus 2026. Sebanyak 20 peserta antusias mengikuti jalannya kegiatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Melalui program ini, perpustakaan tidak hanya didorong untuk meningkatkan minat dan kemampuan literasi, melainkan juga bertransformasi menjadi ruang pembelajaran yang mampu menghasilkan keterampilan produktif demi menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, jajaran pejabat eselon III, pejabat struktural dan fungsional di lingkungan dinas, narasumber ahli, serta seluruh peserta pelatihan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Asharrini Mastura, dalam sambutannya menegaskan bahwa TPBIS merupakan salah satu program prioritas nasional. Program ini diarahkan penuh untuk memperkuat peran perpustakaan umum dalam memberikan layanan yang relevan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“TPBIS merupakan bagian dari program prioritas nasional dengan tujuan memperkuat peran dan fungsi perpustakaan umum melalui peningkatan kualitas layanan perpustakaan umum,” ujar Asharrini.

Ia menjelaskan, program TPBIS sejatinya telah dilaksanakan sejak tahun 2018. Dalam perkembangannya, program ini konsisten menghadirkan berbagai terobosan kegiatan yang mengawinkan aspek literasi konvensional dengan peningkatan keterampilan praktis masyarakat.

Menurut Asharrini, pelatihan teknik ecoprint ini menjadi contoh konkret pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang inklusif. Di sini, masyarakat tidak hanya membaca buku, tetapi juga bisa membawa pulang keahlian baru yang bernilai ekonomis.

Dalam pelatihan ini, para peserta diperkenalkan secara mendalam dengan teknik pembuatan batik ramah lingkungan memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar mereka, seperti daun dan bunga, untuk menghasilkan motif kain yang unik dan bernilai jual tinggi. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow