Penerbangan Internasional Perdana Palu-Guangzhou, 157 Kursi Terisi
Penerbangan internasional perdana rute Palu-Guangzhou resmi mengudara dari Bandara Internasional Mutiara Sis Aljufri Palu, Kamis (6/8/2026), dengan seluruh 157 kursi terisi penuh. Penerbangan yang dioperasikan Garuda Indonesia ini menjadi tonggak baru bagi konektivitas udara Sulawesi Tengah menuju pasar internasional.
PALU, METROSULAWESI.NET - Penerbangan internasional perdana rute Palu-Guangzhou resmi mengudara dari Bandara Internasional Mutiara Sis Aljufri Palu, Kamis (6/8/2026), dengan seluruh 157 kursi terisi penuh. Penerbangan yang dioperasikan Garuda Indonesia ini menjadi tonggak baru bagi konektivitas udara Sulawesi Tengah menuju pasar internasional.
Penerbangan langsung menuju Guangzhou, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), tersebut sekaligus menandai kembali terbukanya akses penerbangan internasional dari Sulawesi Tengah setelah Bandara Internasional Mutiara Sis-Aljufri kembali berstatus sebagai bandara internasional.
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Sugiarto Oentoro mengatakan pembukaan rute Palu-Guangzhou merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas Sulawesi Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Menurut Thomas, potensi industri, perdagangan, investasi, pariwisata, hingga berbagai komoditas unggulan Sulawesi Tengah membutuhkan dukungan transportasi udara yang cepat dan efisien menuju pasar internasional.
“Melalui penerbangan langsung ini, waktu perjalanan menuju salah satu pusat perdagangan dan manufaktur terbesar di China dan Asia dapat dipersingkat. Konektivitas ini diharapkan memperlancar mobilitas pelaku usaha, masyarakat, serta membuka akses pasar yang lebih luas,” kata Thomas.
Ia menjelaskan, penerbangan tersebut menggunakan skema charter yang menjadi bagian dari transformasi bisnis Garuda Indonesia melalui pengembangan model bisnis yang lebih adaptif dan berorientasi pada kebutuhan pasar.
“Bisnis charter menjadi salah satu peluang bagi Garuda karena kami mengoptimalkannya sebagai pelengkap bisnis penerbangan berjadwal. Ini bukan ekspansi demi ekspansi, tetapi pertumbuhan yang didukung pasar yang jelas dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan,” ujarnya.
Untuk penerbangan perdana, Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat Boeing 737-800NG. Pesawat dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Mutiara Sis Aljufri Palu pada pukul 20.20 Wita dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Guangzhou Baiyun pada pukul 01.20 waktu setempat.
Thomas berharap pembukaan rute tersebut menjadi awal pengembangan konektivitas internasional yang lebih luas dari Sulawesi Tengah.
“Bagi Garuda Indonesia, konektivitas bukan hanya menghubungkan dua kota, tetapi mempertemukan potensi daerah dengan peluang pasar dunia serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyebut penerbangan internasional perdana Palu-Guangzhou sebagai sejarah baru bagi daerah tersebut.
Menurut Anwar, beroperasinya penerbangan internasional itu menjadi bukti bahwa Bandara Internasional Mutiara Sis-Aljufri mulai memainkan peran penting dalam membuka akses Sulawesi Tengah ke jaringan transportasi udara global.
Ia mengungkapkan, penerbangan perdana Palu-Guangzhou mengangkut 157 penumpang dan seluruh kursi yang tersedia terisi penuh.
Bahkan, Anwar menyebut tingginya minat masyarakat terlihat dari tiket penerbangan yang telah habis terpesan untuk jadwal penerbangan selama sepekan ke depan.
Anwar optimistis konektivitas langsung dengan Guangzhou dapat memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor ekonomi daerah, termasuk pariwisata, perdagangan, investasi, dan aktivitas bisnis.
Selain Garuda Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyebut adanya rencana pengembangan konektivitas internasional melalui maskapai lain.
Anwar mengatakan China Southern Airlines dijadwalkan mulai melayani penerbangan langsung dari Guangzhou menuju Palu. (ril/*)
Apa Reaksimu?

