Perkuat Berani Sehat, 571 Mahasiswa Kesehatan PKLT di 10 Rumah Sakit

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas sebanyak 571 mahasiswa kesehatan untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan Terpadu (PKLT) di 10 rumah sakit yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota sebagai upaya memperkuat program Berani Sehat dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

Feb 1, 2026 - 07:00
 0
Perkuat Berani Sehat, 571 Mahasiswa Kesehatan PKLT di 10 Rumah Sakit
Sekdis Kesehatan Sulteng, Wayan Apriani memakaikan jas kepada perwakilan mahasiswa peserta PKLT di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (30/1/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)

PALU, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas sebanyak 571 mahasiswa kesehatan untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan Terpadu (PKLT) di 10 rumah sakit yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota sebagai upaya memperkuat program Berani Sehat dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

Pelepasan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu yang berkolaborasi dengan mahasiswa kedokteran Universitas Tadulako (Untad) dan Universitas Alkhairaat (Unisa) tersebut berlangsung secara hybrid di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (30/1/2026).

Prosesi pelepasan ditandai dengan pemasangan jas almamater Poltekkes Kemenkes Palu serta jas dokter kepada perwakilan mahasiswa kedokteran Untad dan Unisa. Para mahasiswa akan melaksanakan PKLT di rumah sakit yang berada di wilayah Palu, Sigi, Donggala, Poso, Luwuk, dan Tolitoli.

Gubernur Sulawesi Tengah dalam sambutan yang disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Wayan Apriani mengapresiasi pelaksanaan PKLT sebagai tahapan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang berdaya saing, profesional, dan berorientasi pada pelayanan.

“Semoga seluruh rangkaian PKLT berjalan lancar, aman, dan memberi dampak nyata, menguatkan kepercayaan masyarakat, memperbaiki kualitas pelayanan, serta mendukung program Berani Sehat,” ujar Wayan Apriani membacakan sambutan gubernur.

Melalui kolaborasi interprofesi dalam pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien jantung yang menjadi lokus PKLT, diharapkan kegiatan ini menjadi pengungkit untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan di Sulawesi Tengah.

“Ini momen yang sangat baik bagi seluruh civitas akademika kesehatan untuk bergandeng tangan agar pelayanan jantung yang unggul bisa terwujud di Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Palu, Dr. M. H. Supriadi B., S.Kp., M.Kep, menegaskan bahwa PKLT berbasis kolaborasi interprofesi merupakan inovasi yang pertama kali digagas oleh Poltekkes Kemenkes Palu.

Menurutnya, tujuan utama PKLT ini agar mahasiswa tidak hanya berfokus pada tindakan teknis kepada pasien, tetapi juga mampu berkomunikasi serta berdiskusi aktif dengan berbagai profesi kesehatan di rumah sakit.

“Kami berharap PKLT ini dapat meningkatkan mutu pelayanan di sepuluh rumah sakit yang dipilih,” ungkap Supriadi.

Di sisi lain, Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Palu, Nurjaya, S.Pd., M.Kes, melaporkan tema PKLT yang diusung yakni Kolaborasi Multidisiplin Berbasis IPE dan IPC dalam Pelayanan Holistik Pasien Jantung di Rumah Sakit Sulawesi Tengah.

Ia menjelaskan, Interprofessional Education (IPE) merupakan metode pembelajaran kolaboratif antar mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan yang dilanjutkan dengan Interprofessional Collaboration (IPC), yaitu praktik kolaborasi langsung di rumah sakit.

“Harapan kami, mahasiswa mampu menerapkan nilai dan etika interprofesi, tanggung jawab profesi, komunikasi interprofesi, serta kerja sama tim selama melaksanakan PKLT,” ujarnya. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow