Sulteng Jangan Hanya Jadi Objek Pembangunan
Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T, menegaskan Sulawesi Tengah memiliki potensi besar yang tidak semestinya hanya dipandang sebagai objek pembangunan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Bank Indonesia Mengajar 2026 yang berlangsung di Palu, pada Selasa, 11 Agustus.
PALU, METROSULAWESI.NET - Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T, menegaskan Sulawesi Tengah memiliki potensi besar yang tidak semestinya hanya dipandang sebagai objek pembangunan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Bank Indonesia Mengajar 2026 yang berlangsung di Palu, pada Selasa, 11 Agustus.
Menurut Prof. Amar, kekayaan sumber daya alam serta potensi ekonomi lokal Sulteng harus dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu memberi kontribusi luas, hingga ke tingkat global.
Salah satu fokus utamanya adalah penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta optimalisasi komoditas lokal seperti kelapa dan durian agar memiliki nilai tambah melalui inovasi dan kewirausahaan.
Sejalan dengan hal itu, Rektor mendorong mahasiswa untuk jeli menangkap peluang di era transformasi digital. Ia menekankan agar generasi muda tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan mampu memanfaatkannya untuk menciptakan inovasi bisnis dan membuka peluang usaha baru.
“Literasi digital harus berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan ekonomi. Mahasiswa harus memanfaatkan teknologi untuk menciptakan inovasi yang berdampak,” ujar Prof. Amar.
Ia menambahkan, Untad terus berkomitmen membangun ekosistem yang mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa dan UMKM.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam mempersiapkan SDM unggul menyongsong Generasi Emas 2045, di mana kecerdasan ekonomi harus dibarengi dengan integritas dan kepedulian sosial.
“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang yang sukses secara ekonomi, tetapi jadilah insan yang mampu memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” tegas Rektor.
Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

