Syawal Jadi Korban Aniaya Pelaku Penculikan Anak Gadis
Syawal, jadi korban penusukan oleh seorang lelaki berinisial V, yang diduga sebagai pelaku penculik gadis, anak di bawah umur. Syawal mengalami beberapa tusukan, sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
PALU, METROSULAWESI.NET - Syawal, jadi korban penusukan oleh seorang lelaki berinisial V, yang diduga sebagai pelaku penculik gadis, anak di bawah umur. Syawal mengalami beberapa tusukan, sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Frida Nonce, ibu kandung Syawal kepada Metrosulawesi menyebutkan, kasus penganiayaan itu berawal ketika anaknya diminta tantenya untuk mencari anak perempuannya yang sudah beberapa hari tak kembali ke rumah. “Dia sudah beberapa kali ditelepon tantenya, minta tolong agar bantu mencarikan anaknya itu. Padahal anak saya itu, sedang mengambil batang jagung untuk makanan ternak. Karena terus didesak tantenya, anak saya itu pun langsung pergi mengikuti perintah tantenya,” kata sang Frida.
Syawal berhasil menemukan pelaku dan sang gadis di dalam sebuah mobil di wilayah Tatanga. Syawal kemudian mendekati mobil, dan meminta pelaku untuk turun, guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Syawal kemudian mengajak V untuk pergi ke rumah neneknya yang tidak jauh dari tempat itu. V dibonceng bertiga dengan menggunakan sepeda motor. Syawal duduk di depan sebagai pengendara, V di tengah, dan satu rekan Syawal duduk di belakang.
“Sayang sekali belum sampai rumah itu, V tiba-tiba menikam anak saya menggunakan pisau yang ada di pinggang anak saya. Pisau itu sebenarnya, pisau dapur yang sebelumnya digunakan anak saya untuk mengambil batang jagung,” kata Frida.
Akibat penikaman itu, Syawal dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Saat menjalani perawatan pun, anak saya terus mendapat ancaman dari pelaku. Karena saya khawatir, saya terpaksa mengeluarkan paksa anak saya dari rumah sakit, dan memilih dirawat di rumah,” kata Frida
Ibu kandung Syawal itu mengaku langsung mengadukan kasus penganiayaan itu ke Polresta Palu. Dia berharap kepolisian menanganani secara adil. Meski di sisi lain, dia mengkhawatirkan penanganannya, karena V diketahui memiliki salah satu saudaranya yang bekerja sebagai anggota polisi di Polda Sulteng.
“Saya khawatir. Karena ada juga saudaranya anggota polisi. Ini saja, mereka bilang V korban penganiayaan, padahal anak saya yang jadi korban penganiayaan,” kata Frida.
Selain kasus penganiayaan, kasus dugaan bawa lari anak gadis juga sudah diadukan ke Polresta Palu sejak pertengahan Desember lalu. “Sayangnya, sampai saat ini penanganannya belum jelas,” kata Frida.
Reporter: Udin Salim
Apa Reaksimu?
