Ketua DPRD Poso Gelar Open House Padungku
Ketua DPRD Poso, Semuel Munda, menggelar perayaan Padungku di rumah jabatan, Jumat (11/9).
POSO, METROSULAWESI.NET - Ketua DPRD Poso, Semuel Munda, menggelar perayaan Padungku di rumah jabatan, Jumat (11/9).
Pesta rakyat tersebut menjadi ruang berkumpul sekaligus mempererat hubungan sosial dan kebersamaan masyarakat.
Semuel Munda yang merupakan kader Partai Demokrat Poso itu, turut membuka ruang bagi masyarakat untuk merayakan Padungku dalam suasana kekeluargaan.
Dikatakannya, tradisi Padungku tidak hanya menjadi momentum syukuran, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat Poso.
"Padungku adalah momentum untuk bersyukur sekaligus mempererat hubungan antarsesama. Kebersamaan seperti ini harus terus kita jaga," ujar Semuel Munda.
Menurutnya, perbedaan latar belakang masyarakat tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan. Justru, tradisi dan kegiatan bersama dapat menjadi sarana memperkuat hubungan sosial.
"Kita ingin rumah jabatan ini juga menjadi ruang kebersamaan. Masyarakat dapat berkumpul dan merayakan tradisi dengan suasana yang aman serta penuh kekeluargaan," tukasnya.
Sekedar diketahui, perayaan Padungku tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga tradisi lokal di tengah perkembangan masyarakat. Bagi masyarakat Poso, Padungku bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga momentum memperkuat nilai kebersamaan, syukur, dan persaudaraan.
Padungku adalah tradisi upacara adat dan pesta kesyukuran atas hasil panen yang dilakukan setahun sekali oleh masyarakat suku Pamona di Kabupaten Poso.
Makna dan Asal Usul Arti Kata: Kata Padungku atau Mompadungku berasal dari kata dungku yang berarti usai, tuntas, atau tertib, menandakan pekerjaan di ladang atau sawah telah selesai dan hasil panen sudah disimpan rapi.
Wujud Syukur: Tradisi ini merupakan ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas limpahan hasil pertanian, baik padi maupun buah-buahan.
Perekat Sosial: Padungku menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat kebersamaan warga tanpa memandang perbedaan suku maupun agama.
Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

