Donggala, Satu dari 16 Kabupaten  Dapat Jatah Sekolah Terintegrasi Senilai Rp300 Miliar

Pemerintah kini tengah membangun gedung Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Dusun Lapaloang, Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala. Anggaran pembangunannya mencapai sebesar Rp300 miliar.

Juli 24, 2026 - 16:04
Juli 24, 2026 - 16:06
Donggala, Satu dari 16 Kabupaten  Dapat Jatah Sekolah Terintegrasi Senilai Rp300 Miliar
Kepala Dinas Pendidikan Donggala, Ansar. FOTO TAMSYIR

DONGGALA, METROSULAWESI.NET- Pemerintah kini tengah membangun gedung Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Dusun Lapaloang, Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala. Anggaran pembangunannya mencapai sebesar Rp300 miliar.

“Anggaran Rp300 miliar tersebut telah mencakup pembangunan gedung beserta seluruh sarana dan prasarana pendukung," kata Kepala Dinas Pendidikan Donggala, Ansar saat ditemui usai sosialisasi SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi di ruang Kasiromu Kantor Bupati Donggala, Rabu 22 Juli 2026.

Anggaran sebesar Rp300 miliar tersebut berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) untuk Kabupaten Donggala, sebagai salah satu kabupaten yang mendapat jatah pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dari 16 kabupaten.

Ansar mengatakan, pembangunan sekolah tersebut diperkirakan pada bulan Oktober mendatang. Gedung SNT dibangun di atas lahan seluas sekitar 10 hektare, dan secara bertahap akan dikembangkan hingga mencapai 20 hektare sesuai kebutuhan.

 “Akan dibangun satu kompleks pendidikan yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu lokasi terpadu berbagai fasilitas modern akan disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran, di antaranya laboratorium, perpustakaan, ruang seni, lapangan sepak bola, lapangan basket, kolam renang, serta fasilitas teknologi informasi,” jelas Ansar.

Ansar menjelaskan, meski gedungnya baru akan dibangun, namun saat ini penerimaan siswa untuk SNT sudah dilakukan. Kegiatan belajar mengajar untuk siswa baru berjalan seperti biasa. Selama masa pembangunan gedung SNT, proses belajar mengajar dilakukan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mavali yang berada di Kelurahan Gunung Bale Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala.

 “Pada tahun ajaran pertama penerimaan peserta didik masih dibatasi. Jenjang SMP dan SMA masing-masing hanya membuka dua kelas belajar dengan kapasitas 20 siswa per kelas atau total 40 siswa per jenjang. Sambil menunggu proses pembangunan tuntas, siswa untuk sementara belajar di SKB kelurhaan gunun bale,” ucapnya.

Yang tak kalah penting tambah Ansar Donggala, menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Tengah yang dipercaya menjalankan program transisi Sekolah Nasional Terintegrasi pada tahun ajaran 2026/2027. (anc)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow