Gubenur: Ancaman Ekstrimisme Kini juga Hadir di Ruang Digital

Gubernur Sulteng melalui Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan, dan Wilayah, Rusmiadi, menyebut ancaman ekstremisme kini tak hanya muncul di dunia nyata.

Sep 10, 2026 - 14:30
Gubenur: Ancaman Ekstrimisme Kini juga Hadir di Ruang Digital
Foto bersama dalam Sosialisasi dan Inisiasi Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN-PE) Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme 2026-2029. (Foto: Dok/ro Adpim Sulteng)

PALU, METROSULAWESI.NET - Gubernur Sulteng melalui Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan, dan Wilayah, Rusmiadi, menyebut ancaman ekstremisme kini tak hanya muncul di dunia nyata. 

Ia mengatakan, kini ruang digital menjadi jalur cepat penyebaran intoleransi, disinformasi, hingga propaganda yang mengarah pada kekerasan.

Hal ini disampaikan dalam Sosialisasi dan Inisiasi Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN-PE) Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme 2026-2029. Kegiatan digelar di Ruang Polibu Kantor Gubernur, Selasa (8/9/2026).

“Penyebaran dapat berlangsung dengan cepat melalui ruang digital dan dapat menyasar berbagai kelompok masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Rusmiadi.

Karena itu, pencegahan melalui penguatan literasi digital yang beriringan dengan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan. Termasuk, dalam peningkatan toleransi dan penguatan ketahanan masyarakat terus didorongnya melalui RAN-PE.

“Jangan tunggu sampai terjadi tindakan kekerasan,” kata Rusmiadi.

Selain itu, ia berharap pelaksanaan RAN-PE 2026-2029 tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Maka forum ini, katanya, mesti menghasilkan rencana kerja konkret dan pembagian peran yang jelas serta mekanisme koordinasi. Sekaligus, evaluasi yang bisa dijalankan secara berkelanjutan dari pusat hingga daerah.

“Kami optimis Provinsi Sulawesi Tengah dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, toleran, dan terbebas dari ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme,” ucapnya.

Kegiatan dihadiri narasumber dari Kemendagri, BNPT, Kesbangpol Provinsi, Wahid Foundation dan LIBU Perempuan. 

Hadir pula peserta yang berasal dari Kesbangpol, Kanwil Kementrian HAM Sulteng, Polda, OPD terkait dan FKUB. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow