Hadapi Gejolak Ekonomi, Hannah Asa Indonesia Latih Wirausaha Palu Jadi Lebih Tangguh

Menjalankan roda bisnis di era modern menuntut pelaku usaha untuk memiliki kompetensi yang jauh lebih kompleks daripada sekadar memproduksi dan memasarkan barang. Fluktuasi harga bahan baku, pergeseran daya beli masyarakat, ketidakstabilan nilai tukar, lompatan teknologi, hingga disrupsi rantai pasok global kini menjadi tantangan nyata yang mengancam keberlangsungan dunia wirausaha.

Sep 15, 2026 - 07:33
Hadapi Gejolak Ekonomi, Hannah Asa Indonesia Latih Wirausaha Palu Jadi Lebih Tangguh
Lembaga Hannah Asa Indonesia menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Membangun Wirausaha Tangguh dan Adaptif di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global”.

PALU, METROSULAWESI.NET - Menjalankan kegiatan usaha di tengah dinamika perubahan ekonomi saat ini menuntut pelaku usaha memiliki kompetensi yang lebih luas daripada sekadar memproduksi dan mempromosikan produk. Fluktuasi harga bahan baku, pergeseran daya beli konsumen, ketidakstabilan nilai tukar, perkembangan teknologi, hingga gangguan pada rantai pasok merupakan faktor-faktor makro yang secara langsung memengaruhi keputusan strategis dan keberlangsungan sebuah usaha.

Guna merespons tantangan tersebut, lembaga Hannah Asa Indonesia menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Membangun Wirausaha Tangguh dan Adaptif di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global”. Poin-poin edukasi yang ditekankan meliputi kemampuan membaca perubahan pasar, mengelola risiko, menjaga kesehatan keuangan, serta beradaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis sebagai pilar utama dalam membangun wirausaha yang berkelanjutan.

Agenda ini dilaksanakan pada Sabtu (12/9/2026) bertempat di Kampus 2 Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu. Acara tersebut menghadirkan Abrarul Faiz Lubis, seorang AWPS Junior Trainer, sebagai pembicara utama. Materi yang dipaparkan mencakup analisis ketidakpastian ekonomi global, tantangan kontemporer yang dihadapi dunia wirausaha, pembentukan karakter pelaku usaha yang resilien, hingga strategi praktis dalam membangun model bisnis yang adaptif.

Memahami Risiko dan Mitigasi Arus Kas

Dalam pemaparannya, Abrarul Faiz Lubis menjelaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global terjadi ketika arah perekonomian menjadi sulit diprediksi akibat berbagai faktor yang saling memengaruhi dan berubah secara eksponensial. Di tingkat mikro, para pelaku usaha akan merasakan dampaknya melalui volatilitas harga bahan baku, penurunan daya beli masyarakat, peningkatan biaya produksi, serta disrupsi logistik.

Ia menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap perubahan ini agar pelaku wirausaha tidak hanya bertindak secara reaktif saat krisis terjadi. Sebaliknya, pelaku usaha diharapkan mampu merumuskan langkah alternatif, menjaga stabilitas arus kas (cash flow), dan mempercepat proses pengambilan keputusan.

"Ketangguhan dalam berwirausaha bukan hanya tentang bertahan ketika menghadapi kesulitan, tetapi bagaimana kita mampu mengevaluasi apa yang terjadi, memperbaiki strategi, dan kembali mengambil langkah ketika kondisi berubah," ujar Abrarul Faiz.

Melalui program edukasi ini, Hannah Asa Indonesia berkompeten untuk mendorong para pelaku usaha di Sulawesi Tengah agar memiliki kesiapan strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi global, sekaligus mampu menangkap peluang baru demi pertumbuhan usaha yang inklusif.

“Membangun usaha bukan hanya tentang berani memulai. Kita juga perlu memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya, memahami risiko, membaca perubahan, dan mengambil keputusan ketika kondisi tidak berjalan sesuai rencana. Di situlah financial capability dan resilience menjadi penting,” ujar Mardiyah, Founder Hannah Asa Indonesia.

Menurut Mardiyah, pembelajaran kewirausahaan perlu diarahkan pada kemampuan yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata. (*)

 

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow