KONI Sulteng Targetkan 3 Emas di PON Pantai 2026, Kirim 26 Atlet ke Ancol
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai I 2026 yang akan berlangsung di kawasan Ancol, Jakarta Utara, November mendatang.
PALU, METROSULAWESI.NET - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai I 2026 yang akan berlangsung di kawasan Ancol, Jakarta Utara, November mendatang.
Sulteng diproyeksikan mengirim 26 atlet yang berasal dari lima cabang olahraga. Kelima cabor tersebut yakni akuatik, bola voli pantai, bola tangan pantai, bola basket 3x3 dan teqball.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Sulteng, Dr Gunawan, mengatakan para atlet saat ini menjalani training center (TC) secara mandiri di bawah penanganan masing-masing pengurus provinsi cabang olahraga.
“Dari 10 cabor yang akan dipertandingkan di PON Pantai, KONI Sulteng telah menetapkan lima cabor akan ikut PON di Ancol Jakarta,” kata Gunawan.
Dari 26 atlet yang dipersiapkan, tiga atlet berasal dari akuatik, delapan atlet teqball, tujuh atlet bola tangan pantai, empat atlet bola basket 3x3 dan empat atlet bola voli pantai.
TC terpusat oleh KONI Sulteng baru akan dilakukan beberapa pekan sebelum keberangkatan ke Jakarta.
Menurut Gunawan, proses perekrutan atlet dilakukan secara ketat dan berjenjang. Seleksi mengacu pada hasil kompetisi masing-masing cabor maupun capaian pada PON XXI Aceh-Sumut.
Dari lima cabor yang dipersiapkan, akuatik menjadi salah satu tumpuan utama. Cabor tersebut sebelumnya telah memberikan kontribusi medali bagi kontingen Sulteng pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Sementara teqball pernah tampil pada PON Aceh-Sumut, tetapi saat itu masih berstatus cabang olahraga ekshibisi. Adapun bola voli pantai, bola tangan pantai dan bola basket 3x3 belum pernah tampil dalam ajang PON sebelumnya.
KONI Sulteng pun memasang target tinggi dalam debutnya di PON Pantai. Gunawan optimistis lima cabor yang dikirim mampu memberikan hasil terbaik.
“Hitungan kami bisa meraih tiga medali emas, tiga perak dan tiga perunggu,” ujarnya.
PON Pantai 2026 dinilai bukan sekadar ajang tambahan dalam kalender olahraga nasional. Kejuaraan ini juga menjadi batu uji bagi pembinaan olahraga Sulteng, khususnya pada cabor yang selama ini belum memiliki pengalaman tampil di PON.
Sejumlah pemerhati olahraga di Sulteng menilai capaian di PON Pantai nantinya dapat menjadi gambaran perkembangan prestasi olahraga daerah.
Junaidi, salah seorang pemerhati olahraga Sulteng, berharap keikutsertaan di PON Pantai mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan tren prestasi Sulteng.
“Harapan kita prestasi Sulteng makin naik,” katanya.
PON Pantai I 2026 merupakan ajang nasional pertama yang secara khusus mengusung olahraga pantai. KONI Pusat bersama Pemprov dan KONI DKI Jakarta serta Jaya Ancol telah menetapkan kawasan Ancol sebagai lokasi penyelenggaraan.
Sebanyak 10 cabang olahraga dengan 11 disiplin akan dipertandingkan, yakni akuatik, bola basket 3x3, bola voli pantai, bola tangan pantai, layar, modern pentathlon, rugby pantai, selam laut, teqball dan triathlon.
Beberapa venue yang telah ditetapkan antara lain Pantai Festival, Lagoon, Beach City International Stadium (BCIS) dan Beach Pool.
Reporter: Adi Pranata
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

