Lukman: Hidroganik Sangat Cocok Diterapkan Di Wilayah Perkotaan

Wakil Wali (Wawali) Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menghadiri penutupan Pelatihan Budidaya Hidroganik yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu di Kantor DPKP Kota Palu, Rabu 29 Juli 2026.

Juli 31, 2026 - 08:00
Lukman: Hidroganik Sangat Cocok Diterapkan Di Wilayah Perkotaan
Wakil Wali (Wawali) Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menghadiri penutupan Pelatihan Budidaya Hidroganik yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu di Kantor DPKP Kota Palu, Rabu 29 Juli 2026. (Foto: Diskominfosantik Kota Palu)

PALU, METROSULAWESI.NET - Wakil Wali (Wawali) Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menghadiri penutupan Pelatihan Budidaya Hidroganik yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu di Kantor DPKP Kota Palu, Rabu 29 Juli 2026.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Palu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan pertanian modern yang ramah lingkungan dan mampu diterapkan di kawasan perkotaan dengan lahan terbatas.

Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), dasawisma, dan penyuluh pertanian. 

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari pemateri sekaligus Owner Bengkel Mimpi asal Kabupaten Malang yang berbagi pengalaman mengenai teknologi budidaya hidroganik.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Lukman, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung program unggulan Pemerintah Kota Palu di sektor pertanian, yakni Urban Farming.

Menurut Lukman, hidroganik merupakan sistem budidaya hidroponik berbasis organik yang sangat relevan dikembangkan di wilayah perkotaan karena mampu memanfaatkan lahan sempit secara lebih produktif.

"Hidroganik merupakan sistem budidaya hidroponik berbasis organik yang sangat cocok diterapkan di wilayah perkotaan karena mampu mengoptimalkan lahan yang terbatas. Program ini menjadi salah satu pengejawantahan Urban Farming yang terus didorong Pemerintah Kota Palu," ujarnya.

Ia menerangkan, sistem hidroganik memiliki keunggulan karena mengintegrasikan budidaya tanaman dengan perikanan dalam satu ekosistem. Tanaman menggunakan media berupa campuran tanah dan bokashi, sedangkan di bagian bawah instalasi terdapat kolam ikan yang menghasilkan nutrisi alami bagi tanaman.

Dengan konsep tersebut, kebutuhan unsur hara tanaman diperoleh dari hasil metabolisme ikan sehingga penggunaan pupuk kimia dapat ditekan. 

Selain itu, satu instalasi hidroganik mampu membudidayakan berbagai komoditas, mulai dari sayuran, cabai, tomat, bawang hingga padi.

Tidak hanya mempelajari sistem hidroganik, peserta juga dibekali keterampilan membuat komposter sebagai alat pengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. 

Inovasi tersebut direncanakan akan diterapkan dalam Program Kelurahan Menanam sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah organik di tingkat masyarakat.

Pada penutupan pelatihan, Wakil Wali Kota Palu bersama jajaran DPKP melakukan implementasi awal sistem hidroganik dengan menebar 3.000 ekor benih lele dan 1.000 ekor benih nila pada dua unit instalasi hidroganik. 

Benih ikan tersebut akan menjadi sumber nutrisi alami bagi tanaman yang dibudidayakan.

Selain penebaran benih ikan, dilakukan pula penanaman bawang varietas Lembah Palu dan bawang merah sebagai komoditas pertama yang dikembangkan melalui sistem hidroganik.

"Hari ini bersama Ibu Wakil Wali Kota, kami memulai implementasi hidroganik dengan menebar 3.000 benih lele dan 1.000 benih nila pada dua unit kolam, sekaligus menanam bawang varietas Lembah Palu dan bawang merah. Ini menjadi langkah awal pengembangan model pertanian perkotaan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan di Kota Palu," kata Lukman.

Melalui implementasi perdana tersebut, Pemerintah Kota Palu menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi pertanian perkotaan yang berkelanjutan. 

Pemanfaatan teknologi hidroganik diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan ketersediaan pangan sehat bagi masyarakat, serta menciptakan kawasan perkotaan yang lebih produktif dan berwawasan lingkungan. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow