Pemkot Ajak PCNU Kota Palu Kolaborasi di Momentum Maulid Nabi

Wali Kota Palu yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Infrastruktur dan Lingkungan, Moh. Fahri, menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palu pada Sabtu (12/9/2026). Kegiatan yang sarat makna ini berlangsung di Kantor PWNU Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Lasoso, Kecamatan Palu Barat.

Sep 15, 2026 - 08:30
Pemkot Ajak PCNU Kota Palu Kolaborasi di Momentum Maulid Nabi
Suasana perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palu pada Sabtu (12/9/2026). (Foto: Diskominfosantik Kota Palu)

PALU, METROSULAWESI.NET - Wali Kota Palu yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Infrastruktur dan Lingkungan, Moh. Fahri, menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palu pada Sabtu (12/9/2026). Kegiatan yang sarat makna ini berlangsung di Kantor PWNU Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Lasoso, Kecamatan Palu Barat.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakannya, Fahri menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial atau tradisi tahunan. Momentum ini merupakan waktu yang tepat untuk mengenang kembali perjalanan hidup serta meneladani akhlak, perjuangan, kesabaran, dan kepemimpinan Rasulullah SAW.

"Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an bahwa pada diri Rasulullah SAW terdapat uswatun hasanah atau teladan yang baik. Karena itu, peringatan ini harus mendorong kita untuk menghadirkan nilai-nilai yang beliau ajarkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya mencintai lewat lisan," ujar Fahri.

Ia menambahkan, ajaran Rasulullah mengenai kejujuran, amanah, kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian sosial sangat relevan dengan kondisi masyarakat Kota Palu yang hidup di tengah keberagaman. Semangat moral dari Maulid Nabi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam membangun daerah.

Lebih lanjut, Pemkot Palu menekankan bahwa pembangunan kota tidak akan berjalan optimal tanpa adanya sinergi yang kuat. Pemerintah membutuhkan tangan-tangan kolaboratif dari seluruh elemen masyarakat.

"Pembangunan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Kami butuh kolaborasi dari ulama, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga seluruh warga Kota Palu," tambahnya.

Di akhir sambutannya, Fahri memberikan apresiasi khusus terhadap keberadaan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, PCNU Kota Palu memiliki peran strategis dan kontribusi nyata yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kehidupan sosial dan keagamaan di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow