Sakit Hati Diduga Pemicu Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu

Kasus pembunuhan merenggut nyawa seorang ayah dan anak balita diduga kuat dipicu oleh rasa salit hati dan persaingan antar-rekan kerja yang terjadi di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kota Palu, pada Minggu (26/7/2026) malam sekitar pukul 22.30 WITA.

Juli 29, 2026 - 06:00
Sakit Hati Diduga Pemicu Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu
Suasana TKP pembunuhan yang sudah terpasang garis Polisi (Police Line) di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kota Palu, Senin, 27 Juli 2026. (Foto: METROSULAWESI/ Michael Simanjuntak)

PALU, METROSULAWESI.NET - Kasus pembunuhan merenggut nyawa seorang ayah dan anak balita diduga kuat dipicu oleh rasa salit hati dan persaingan antar-rekan kerja yang terjadi di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kota Palu, pada Minggu (26/7/2026) malam sekitar pukul 22.30 WITA.

Saksi mata sekaligus tetangga dekat Tempat Kejadian Perkara (TKP), Bahtiar (49), mengungkapkan bahwa korban dan terduga pelaku berinisial AK bekerja di bawah naungan pemilik usaha pemotongan ayam yang sama. 

Ia menyebut dugaan kuat, perselisihan dan rasa sakit hati terkait urusan pekerjaan menjadi pemantik utama aksi nekat terduga pelaku. Kronologi penemuan korban bermula saat Bahtiar sedang berada di rumahnya yang berdekatan dengan TKP dan bersiap untuk tidur. 

Tiba-tiba, ia dikagetkan oleh suara teriakan histeris dari arah rumah tempat tinggal korban yang meminta tolong agar tidak dibunuh. Mendengar teriakan tersebut, Bahtiar bersama warga sekitar langsung bergegas menuju lokasi kejadian.

Saat tiba di lokasi, pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Terduga pelaku diperkirakan melarikan diri dengan melompati bangunan bagian belakang.

Di dalam ruangan, warga menemukan korban laki-laki sudah dalam keadaan tersungkur akibat sabetan senjata tajam jenis pisau pada beberapa bagian tubuhnya.

Sementara itu, sang istri ditemukan masih sadar namun mengalami luka tusuk serius di beberapa bagian tubuh. Adapun anak balita laki-laki mereka yang masih berusia sekitar dua tahun ditemukan meninggal dunia dalam posisi telungkup, yang diduga akibat dibekap atau kehabisan napas saat situasi mencekam tersebut berlangsung.

Ketiga korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk mendapatkan penanganan medis bagi sang istri serta proses visum dan penanganan jenazah bagi korban yang meninggal dunia. 

Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan intensif serta memburu terduga pelaku berinisial AK. Informasi yang dihimpun awak media, istri korban masih menjalani penanganan intensif di RS Bhayangkara Palu.

Reporter: Michael Simanjuntak 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow