Christine Hakim: JFC Jadi Inspirasi Generasi Muda Berkarya Spektakuler

Aktris senior Christine Hakim mengatakan bahwa kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC) dapat menjadi inspirasi generasi muda untuk menciptakan sebuah maha karya yang spektakuler.

Juli 25, 2026 - 19:02
Christine Hakim: JFC Jadi Inspirasi Generasi Muda Berkarya Spektakuler
Aktris senior Christine Hakim saat menghadiri Red Carpet JFC di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026) malam. ANTARA/Zumrotun Solichah

JEMBER, JAWA TIMUR, METROSULAWESI.NET- Aktris senior Christine Hakim mengatakan bahwa kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC) dapat menjadi inspirasi generasi muda untuk menciptakan sebuah maha karya yang spektakuler.

"Saya terkesan dengan kreativitas anak-anak muda Jember. Baru pertama kali saya menyaksikan secara langsung dan sangat luar biasa," kata Christine Hakim di Jember, Jawa Timur, Sabtu.

Menurut dia, kota kecil seperti Kabupaten Jember bisa melahirkan karya yang spektakuler karena dirinya belum pernah melihat karnaval seperti itu di daerah lain.

"Energi dan kreativitas anak-anak Jember ini beyond your imagination sehingga perlu memberikan dukungan kepada generasi muda di JFC" katanya.

Ia berharap semangat kreativitas yang ditunjukkan JFC dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya dan menyebarkan energi positif.

"Mudah-mudahan JFC dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di seluruh Indonesia bahkan dunia, agar fokus pada kreativitas dan hal-hal yang bermanfaat," tuturnya.

Sementara Presiden JFC Budi Setiawan menyampaikan terima kasih atas kedatangan beberapa tamu penting dalam ajang JFC ke-24 yang bertabur bintang.

"Saya sangat senang Ibu Christine Hakim dan banyak artis, serta Putri Indonesia memeriahkan rangkaian JFC di Kabupaten Jember," katanya.

Ia mengatakan JFC Tahun 2026 mengusung tema HEAL (Humanity, Earth and Life) yang bercerita tentang penyembuhan hubungan antara manusia dan alam dengan delapan defile yang ditampilkan.

Delapan defile tersebut yakni Gaia yang menggambarkan personifikasi Ibu Pertiwi yang merepresentasikan keharmonisan awal dan pesona alam (seperti Raja Ampat), kemudian Noise yang menggambarkan kekacauan atau suara bising kerusakan lingkungan.

Ketiga, Pandemic yang melambangkan masa krisis dan luka berat yang dialami bumi. Keempat, Sanctuary yakni ruang suci atau suaka tempat perlindungan alam dan makhluk hidup, selanjutnya defile White Guardian yang menggambarkan penjaga kemurnian yang merawat dan melindungi ekosistem.

Keenam, Conscience yang menggambarkan suara hati nurani manusia untuk kembali peduli pada kelestarian, selanjutnya defile Re-Birth yakni bercerita kelahiran kembali atau pemulihan ekologis bumi dan defile kedelapan yakni Roots bercerita kembali ke akar budaya dan nilai dasar menyatu dengan alam seperti sentuhan budaya Minang.

Rangkaian kegiatan JFC digelar selama tiga hari sejak Jumat (24/7) hingga Minggu (26/7) di sepanjang jalan depan Kantor Pemkab Jember. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow