Raja Ampat Alokasikan Rp18 Miliar Untuk Program Afirmasi Pendidikan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, Papua Barat Daya, mengalokasikan anggaran sekitar Rp18 miliar pada 2026 untuk mendukung program afirmasi pendidikan bagi putra-putri daerah yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
SORONG, METROSULAWESI.NET- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, Papua Barat Daya, mengalokasikan anggaran sekitar Rp18 miliar pada 2026 untuk mendukung program afirmasi pendidikan bagi putra-putri daerah yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Bupati Raja Ampat Orideko Burdam di Sorong, Sabtu, mengatakan program afirmasi pendidikan yang ditanggung daerah merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus membuka akses pendidikan tinggi bagi lulusan SMA dan SMK yang terkendala biaya.
"Setelah lulus SMA atau SMK, banyak anak-anak kita yang ingin kuliah, tetapi persoalannya biaya. Sementara kondisi ekonomi masyarakat Raja Ampat masih terbatas. Karena itu, kami membuat afirmasi daerah agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan," kata Orideko.
Menurut dia, selama ini pemerintah pusat telah menyediakan program afirmasi pendidikan. Namun, kuota yang tersedia masih terbatas sehingga belum mampu menjangkau seluruh lulusan yang ingin melanjutkan kuliah.
Oleh karena itu, Pemkab Raja Ampat menghadirkan program afirmasi daerah sebagai pelengkap untuk membantu lebih banyak mahasiswa memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi.
Dalam program tersebut, pemerintah daerah menanggung biaya pendidikan berupa uang kuliah dan biaya pembangunan. Sementara biaya hidup selama menjalani perkuliahan tetap menjadi tanggung jawab masing-masing orang tua.
"Mahasiswa harus mendaftar di Dinas Pendidikan. Setelah terdaftar, mereka menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan untuk dipantau setiap semester. Kami membiayai uang kuliah dan biaya pembangunan, sedangkan biaya hidup ditanggung keluarga," ujarnya.
Program afirmasi daerah mulai dijalankan pada 2025 dengan alokasi anggaran sekitar Rp5 miliar. Pada tahun pertama pelaksanaannya, Pemkab Raja Ampat mengirim puluhan mahasiswa untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi.
"Sebanyak 92 mahasiswa diberangkatkan ke sejumlah perguruan tinggi di Salatiga, sementara 37 mahasiswa lainnya melanjutkan pendidikan di berbagai kampus di Yogyakarta dengan beragam program studi yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah," katanya.
Memasuki 2026, pihaknya meningkatkan alokasi anggaran menjadi sekitar Rp18 miliar untuk menjawab kenaikan jumlah calon penerima manfaat yang telah mencapai lebih dari 500 orang.
"Target kami sekitar Rp18 miliar karena jumlah pendaftar terus bertambah. Kami ingin semakin banyak anak-anak Raja Ampat yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," ujar Orideko.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga memprioritaskan pengembangan SDM pada bidang-bidang yang masih kekurangan tenaga profesional, salah satunya kedokteran.
Melalui program afirmasi tersebut, kata dia, mahasiswa yang memilih jurusan kedokteran akan mendapat dukungan agar kelak dapat kembali mengabdi di Raja Ampat.
"Kami ingin Raja Ampat memiliki dokter dari putra-putri daerah sendiri. Karena itu, mereka yang ingin mengambil jurusan kedokteran akan kami arahkan dan dukung melalui program afirmasi ini," katanya.
Dia berharap melalui program afirmasi daerah, semakin banyak generasi muda memperoleh pendidikan tinggi sehingga mampu meningkatkan kualitas SDM, mengurangi angka pengangguran, dan mendukung pembangunan daerah di masa mendatang. (ant)
Apa Reaksimu?

