Sulteng Perkuat Kapasitas Pelaku UMKM Agar Naik Kelas

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu mengembangkan usaha, berdaya saing, dan naik kelas melalui program wirausaha lanjutan.

Juli 25, 2026 - 08:42
Sulteng Perkuat Kapasitas Pelaku UMKM Agar Naik Kelas
Arsip foto - Para pelaku UMKM memamerkan produk UMKM unggulan Provinsi Sulawesi Tengah pada pameran Sulteng Expo 2024 di Palu, Sulteng, Sabtu (27/4/2024). ANTARA/NUR AMALIA AMIR

PALU, METROSULAWESI.NET- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu mengembangkan usaha, berdaya saing, dan naik kelas melalui program wirausaha lanjutan.

 “Kami memiliki program wirausaha lanjutan yang ditujukan bagi pelaku UMKM yang sudah berjalan. Kami memberikan pelatihan dan pendampingan agar UMKM dapat bersaing dan naik kelas,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah Sumarno di Palu, Kamis.

Ia menjelaskan program wirausaha lanjutan 2026 telah diikuti sebanyak 80 pelaku UMKM yang dibagi dalam dua kelas, masing-masing berjumlah 40 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.

Menurut dia, program tersebut difokuskan pada pengembangan produk berbasis potensi daerah, yakni kelapa dan hasil laut.

Ia menjelaskan satu kelas diarahkan pada pengembangan produk kelapa dan turunannya karena Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah penghasil kelapa, namun nilai tambah komoditas tersebut masih rendah.

Melalui pelatihan tersebut, pelaku UMKM didorong tidak hanya menjual kelapa dalam bentuk bahan baku, tetapi mampu mengolahnya menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Sementara itu, kelas lainnya difokuskan pada pengembangan produk hasil laut, seperti rumput laut, udang, ikan, dan berbagai komoditas perikanan lainnya.

Sumarno mengatakan program tersebut merupakan salah satu langkah pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam melalui peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen pengelolaan usaha, strategi menghadapi tantangan pasar yang terus berkembang, pemasaran digital, serta akses permodalan sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas dan pendampingan usaha.

Ia mengatakan pemerintah daerah tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan untuk memastikan usaha para peserta terus berkembang.

Dia mengakui salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan UMKM adalah menjaga konsistensi pelaku usaha.

Menurut dia, masih terdapat pelaku usaha yang mudah berganti jenis usaha karena melihat usaha lain yang dianggap lebih menguntungkan. Karena itu, peserta didorong untuk tetap fokus mengembangkan usaha yang telah dipilih agar memiliki keahlian dan daya saing.

Ia mengatakan program wirausaha lanjutan ini juga mendukung pelaksanaan program Berani Harmoni Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang berfokus pada pembangunan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan melalui pemberdayaan sumber daya lokal serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain program wirausaha lanjutan, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah juga menjalankan program penumbuhan wirausaha baru sebagai upaya mencetak pelaku usaha muda dan membuka peluang kerja baru di daerah tersebut. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow