Warga Poso Gelar Salat Istisqa Minta Hujan
Ratusan warga bersama Pemkab Poso menggelar salat Istisqa di Lapangan Sintuwu Maroso untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang.
POSO, METROSULAWESI.NET - Ratusan warga bersama Pemkab Poso menggelar salat Istisqa di Lapangan Sintuwu Maroso untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang.
Pelaksanaan ibadah ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Poso, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Poso, Kementerian Agama (Kemenag) Poso, dan PHBI Poso.
Ketua MUI Poso, K.H. Arifin Tuamaka, memimpin ajakan kepada masyarakat untuk memperbanyak doa dan ikhtiar spiritual agar kekeringan segera berakhir.
Di tengah kondisi cuaca panas dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Poso, warga melaksanakan salat Istisqa di Lapangan Sintuwu Maroso, Kamis (10/9) di pimpin imam ustadz Muhammadin, yang merupakan imam besar masjid raya baiturahman, sedang bertindak sebagai khatib adalah Ketua MUI KH Arifin Tuamaka.
Salat Istisqa merupakan salat sunnah yang dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.
Pelaksanaan salat berlangsung khusyuk dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan.
Dalam khotbahnya, KH Arifin Tuamaka mengajak jamaah untuk memperbanyak doa, istigfar, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kemarau dan kekeringan.
“Salat ini adalah bentuk ikhtiar batin kita. Ketika usaha lahiriah di bumi menemui jalan buntu akibat kemarau panjang, maka pintu langit harus kita ketuk dengan doa dan istigfar,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi kekeringan yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga mulai dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.
Melalui pelaksanaan salat Istisqa tersebut, masyarakat Poso bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, memulihkan sumber-sumber air, serta memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau.
Selain sebagai ikhtiar spiritual, momentum tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menggunakan sumber daya air secara bijak di tengah kondisi kekeringan.
Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

