Diklat Paski Dimulakan

Pemerintah Kabupaten Donggala melalui kesbangpol resmi memulai pemusatan pendidikan dan pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Donggala Tahun 2026.

Juli 29, 2026 - 10:00
Diklat Paski Dimulakan
Sekda Rustam Efendi secara simbolis menyematkan tanda dimulainya pemusatan pelatihan ke salah satu calon Paskibraka, Khalifatul Az Zahra (perwakilan SMU I Banawa) di aula kasiromu Kantor Bupati Donggala, Senin 27 Juli 2026. (Foto: METROSULAWESI/ Tamsyir Ramli)

DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Kabupaten Donggala melalui kesbangpol resmi memulai pemusatan pendidikan dan pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Donggala Tahun 2026. 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Rustam Efendi, di Aula Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Senin (27/7).

Pemusatan pendidikan dan pelatihan ini menjadi tahapan penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan para calon Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutan Bupati Donggala yang dibacakan Sekd Rustam Efendi, disampaikan bahwa para peserta bukan sekadar pelajar yang terpilih mengikuti pelatihan, melainkan calon pemimpin masa depan Kabupaten Donggala dan Indonesia.

“Dari 153 peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 35 orang berhasil lolos sebagai Calon Paskibraka Kabupaten Donggala Tahun 2026. Sementara lima peserta lainnya dipercaya mewakili Kabupaten Donggala di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Rustam menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang ketat sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, disiplin merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda.

“Kecerdasan tanpa disiplin hanya akan melahirkan potensi. Sebaliknya, disiplin akan mengubah potensi menjadi prestasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pelatihan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis kepaskibrakaan, tetapi juga menjadi proses pembentukan integritas, tanggung jawab, kerja keras, pengorbanan, dan kesetiaan kepada bangsa serta negara.

Rustam juga mengingatkan para pelatih, pamong, dan panitia agar menjalankan pembinaan denganmengedepankan nilai asah, asihdan asuh. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik kekerasan, intimidasi, maupun perundungan selama pelatihan berlangsung.

“Pembinaan harus dilakukan dengan keteladanan sehingga mampu menumbuhkan sikap saling menghormati, saling menguatkan, dan saling memanussiakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Kabupaten Donggala, Abdul Jabar, S.Sos., mengatakan pemusatan pendidikan dan pelatihan merupakan tahapan wajib yang harus diikuti seluruh calon Paskibraka.

“Tahun ini, pelatihan diikuti 35 calon Paskibrakayang terdiri atas 16 putra dan 19 putri dari 14 kecamatan di Kabupaten Donggala. Seluruhnya telah dinyatakan lulus melalui proses seleksi,” jelasnya.

Menurut Abdul Jabar, kegiatan tersebut bertujuanmembekali peserta dengan kemampuan teknis kepaskibrakaan sekaligus membentuk karakter, mental, dan jiwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. 

Selain itu, pelatihan juga dipersiapkan untuk menyukseskan pelaksanaan pengibaran dan penurunan Duplikat Bendera Pusaka pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkatKabupaten Donggala.

Pemusatan pendidikan dan pelatihan berlangsung pada 24 Juli hingga 18 Agustus 2026. Selama mengikuti kegiatan, peserta akan menerima berbagai materi, antara lain wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, kesadaran hukum, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta keterampilan kepaskibrakaan.

Reporter: Tamsyir Ramli 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow