PT IMIP Pacu PLTS Raksasa, Langkah Nyata Reduksi Emisi

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memacu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di dalam kawasannya. Langkah strategis ini menjadi bukti konsistensi IMIP dalam mendukung transisi energi hijau di Indonesia, sekaligus menerapkan prinsip keberlanjutan melalui efisiensi sumber daya dan minimalisasi dampak lingkungan di setiap proses produksi nikel.

Sep 30, 2026 - 05:30
PT IMIP Pacu PLTS Raksasa, Langkah Nyata Reduksi Emisi
PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memacu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di dalam kawasannya. Beberapa di antaranya sudah beroperasi, seperti PLTS PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) berkapasitas 0,957 MWp, PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (GCNS) sebesar 0,304 MWp, serta PT Ocean Sky Metal Industry (OSMI) sebesar 0,188 MWp. Selain itu, PT BTR juga telah mengoperasikan PLTS dengan kapasitas cukup besar, yakni 9,5 MWp. (Foto

MOROWALI, METROSULAWESI.NET - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memacu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di dalam kawasannya. Langkah strategis ini menjadi bukti konsistensi IMIP dalam mendukung transisi energi hijau di Indonesia, sekaligus menerapkan prinsip keberlanjutan melalui efisiensi sumber daya dan minimalisasi dampak lingkungan di setiap proses produksi nikel.

Saat ini, sejumlah unit PLTS telah resmi beroperasi di kawasan industri berbasis nikel terintegrasi tersebut. Beberapa di antaranya meliputi PLTS PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) berkapasitas 0,957 MWp, PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (GCNS) sebesar 0,304 MWp, serta PT Ocean Sky Metal Industry (OSMI) sebesar 0,188 MWp. Selain itu, PT BTR juga telah mengoperasikan PLTS dengan kapasitas cukup besar, yakni 9,5 MWp.

Deputy Operational Director PT IMIP, Yulius Susanto, menegaskan bahwa masifnya pengembangan PLTS ini bertujuan mereduksi emisi karbon dari aktivitas industri. Langkah ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap target Net Zero Emission (NZE) yang dicanangkan Pemerintah Indonesia pada tahun 2060.

"Kami sudah berkomitmen untuk menuju green industry. Salah satu pilar utamanya adalah pengurangan penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap," ujar Yulius, Senin (28/9/2026).

Komitmen hijau ini juga diikuti oleh perusahaan pemrakarsa (tenant) lain di dalam kawasan. PT Dexin Steel Indonesia (DSI) tengah mengembangkan PLTS atap raksasa berkapasitas 66 MWp dengan memasang sekitar 119.800 panel surya di atas lahan seluas 396.700 meter persegi. Sementara itu, PT PMMI hampir merampungkan instalasi PLTS 0,57 MWp, dan PT QMB sedang memetakan pemanfaatan energi surya untuk menekan jejak karbon operasional mereka.

Yulius menjelaskan, metode pemasangan PLTS di kawasan IMIP dirancang adaptif dan tidak seragam, melainkan disesuaikan dengan karakteristik fasilitas masing-masing. PT GCNS dan ITSS, misalnya, memanfaatkan area di atas kanal air lewat konsep Canal Top Solar PV. Di sisi lain, OSMI, BTR, PMMI, QMB, dan DSI memilih mengoptimalkan ruang dengan memasang PLTS atap (Rooftop Solar PV) pada bangunan pabrik.

Meski demikian, Yulius tidak menampik adanya tantangan besar dalam merealisasikan migrasi energi ini, terutama dari sisi investasi dan pemanfaatan ruang.

"Penerapan listrik berbasis tenaga surya ini membutuhkan biaya yang besar dan lahan yang luas. Sebagai contoh, tenant kami PT Sesmo yang sedang mengembangkan PLTS 200 MWp saja memerlukan lahan sekitar 200 hektare. Namun, kami terus mendorong dan memfasilitasi para tenant untuk beralih ke energi surya," tegasnya.

Ia mengakui bahwa pasokan dari PLTS saat ini belum bisa menggantikan seluruh kebutuhan energi fosil secara instan. Kendati begitu, proyek ini menjadi fase transisi krusial menuju sistem energi yang lebih terdiversifikasi dan efisien.

Melalui transformasi ini, IMIP memosisikan diri sebagai mitra strategis dalam peta jalan transisi energi global menuju masa depan yang lebih bersih.

"Harapan kami, kehadiran PLTS ini bisa membuktikan kepada dunia bahwa IMIP adalah kawasan industri yang serius dan berkomitmen tinggi menuju green industry. Kami bersinergi penuh dengan pemerintah demi menekan emisi ke tingkat yang lebih baik," pungkas Yulius. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow